Nino dan Mimi

Republika Online
Republika Online - Sun, 11 Aug 2013 21:32
Viewed: 519
0
Thumbs Up
Thumbs Down
Nino dan Mimi
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Ustaz Yusuf MansurSilaturahim itu rezeki. Begitu para guru, orang tua, memberitahu. Bersumber dari Alquran dan Hadis. Dan akhirnya saya tahu, begitu amazing bila kita mau bersilaturahim. Begitu luar biasa. Subhanallah, masya Allah.

Silaturahim benar-benar membawa rezeki. Rezeki itu pun bermacam-macam. Bisa duit, bisa kesehatan, bisa peluang kerja, bisa peluang usaha, bisa peluang modal. Bisa juga berarti kesempatan sekolah, kuliah, dan aneka ragam lagi. Termasuk iman. Iman juga rezeki. Dan, termasuk juga jodoh.

Nino, 30 tahun, pengusaha muda, yang makin berkembang empatinya kepada rakyat kecil, sedang mencari jodoh. Pengusaha dengan nama asli Indiana ini mencari jodohnya. Pengennya seorang perempuan penghafal Alquran.

Di tempat yang lain, ada seorang perempuan muda, Mimi, 20 tahun, mahasiswa sekolah tinggi ilmu ekonomi, lulusan dari salah satu pesantren tahfidz di bilangan Tangerang, merencanakan silaturahim bersama ayah dan ibunya, serta tiga adik-adiknya, yang masih tercatat sebagai santri di pesantren tersebut.

Tidak ada yang menduga, bila kemudian hari silaturahim itu adalah hari perjodohan Nino dan Mimi. Ketika ketemu gurunya, mereka bercanda-canda. Dicandai sang guru. Bahwa siapa tahu berjodoh.

Dan benar saja, Allah Yang Maha Mengatur, mereka baru sadar, kalau kedua keluarga besar, sudah berkumpul. Terpikir kemudian kenapa tidak dijadikan berkah silaturahim saja? Akhirnya, tanggal 18 Agustus ini mereka menikah.

Di cerita yang lain, seorang suami yang terputus dari pekerjaannya, diminta ke masjid oleh istrinya. "Berjamaah Bang, kali aja rezeki ada. Sekalian silaturahim dengan jamaah. Abang lama juga nggak ke masjid."

Siapa yang sangka, bila hari itu ternyata awal dari ia memulai pekerjaannya lagi. Salah seorang jamaah bertanya-tanya kenapa lama nggak kelihatan. Setelah tahu, salah seorang jamaah baru, pindahan di komplek tersebut, menawarkannya menjadi sopir.

Sekarang, suami tersebut sudah memimpin perusahaan itu. Ya, berawal jadi sopir, lalu kemudian menjadi rekanan. Ia pelihara shalat berjamaahnya. Juga tak ditinggalkannya tali silaturahim.

Dan silaturahim juga bisa berarti hidayah. Tidak sedikit anak-anak yang jadi anak yang saleh dan salehah, sebab ayah ibunya rajin mengajak anak-anaknya ke panti-panti asuhan, ke pesantren-pesantren, ke rumah sakit-rumah sakit. Karena yang demikian itu akan menjadikan hati mereka jadi lembut.

Dan ketika dibawa ke urusan bisnis, usaha, perdagangan, maka sesungguhnya silaturahim menemukan bentuknya yang lebih indah, lebih kokoh, lebih kuat, daripada sekadar Jaringan (network). Ada hati di sana.

Maka bersilaturahimlah. Insya Allah, Allah Yang Maha Kuasa, Maha Pemberi Rezeki, akan membukan pintu rezeki kepada kita, sesuai dengan yang kita butuhkan.
Stock & Forex
Update: 02/09/2014 13:43
Source: Yahoo
* Quotes delayed
MEDIA COVERAGE
Kompas
Detikcom
Liputan6
Tempo
OkeZone
KabarBisnis
TeknoJurnal
GoodNewsFromIndonesia
WartaKotaLive
TDWClub
IndonesiaKreatif
DailySocial
TheJakartaPost
BisnisIndonesia
Bloomberg
Reuters
CrackBerry
Yahoo
CBSMoneyWatch
MarketWatch
AFP
AboutDotCom
CentroOne
DreamersRadio