Pemerintah Siapkan Sekolah untuk Korban Rokatenda

Republika Online
Republika Online - Wed, 14 Aug 2013 11:15
Viewed: 365
0
Thumbs Up
Thumbs Down
Pemerintah Siapkan Sekolah untuk Korban Rokatenda
REPUBLIKA.CO.ID, MAUMERE -- Pemerintah Kabupaten Sikka di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur segera menyiapkan sekolah untuk anak-anak korban letusan Gunung Rokatenda dari Pulau Palue agar dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan baik di lokasi pengungsian.

"Petugas kami sedang melakukan pendataan di tempat-tempat penampungan yang ada di Maumere untuk mengetahui berapa jumlah siswa PAUD, SD, dan SMP agar dapat didistribusikan di sekolah-sekolah terdekat," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sikka Bernardus Ratu di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Rabu.

Dia mengemukakan hal itu ketika ditanya soal nasib anak-anak sekolah dari Pulau Palue yang menjadi korban letusan Gunung Rokatenda yang telah dievakuasi ke lokasi penampungan sementara di Maumere dan sekitarnya.

Menurut laporan wartawan Antara dari Maumere, ratusan anak usia sekolah itu, saat ini bersama orangtua mereka menempati sejumlah tempat penampungan sementara yang dibangun pemerintah di halaman depan Kantor Bappeda Sikka di Maumere.

Bernardus Ratu mengatakan anak-anak sekolah ini akan disekolahkan pada sekolah-sekolah yang dekat dengan penampungan sementara mereka bersama orangtua.

"Lembaga pendidikan sederajat yang ada di Maumere wajib untuk menampung anak-anak pengungsian korban letusan Gunung Rokatenda di Pulau Palue. Sekolah tidak boleh punggut biaya sepeserpun dari mereka," katanya menegaskan.

Ratu mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat dengan semua kepala desa dan lurah yang ada di Maumere untuk membicarakan masalah ini secara bersama-sama.

"Rapat ini akan digelar setelah petugas kami dari lapangan sudah menyampaikan data riil tentang jumlah siswa dari Pulau Palue yang diungsikan ke Maumere dan sekitarnya," ujarnya.

Ia menambahkan upaya untuk menyekolahkan anak-anak pengungsi dari Palue pada sejumlah lembaga pendidikan yang ada di Maumere, tidak terlalu sulit.

"Ada kendala besar yang kami hadapi saat ini adalah anak-anak dari Palue tidak membawa alat tulis, mengenakan pakaian apa adanya dan tidak membawa serta buku pelajaran dan buku tulis saat mengungsi," ujarnya.

"Kami hanya bisa berharap ada perhatian khusus dari para pihak dan para donatur terhadap anak-anak pengungsi dari Pulau Palue ini," demikian Bernardus Ratu.
Stock & Forex
Update: 19/12/2014 00:21
Source: Yahoo
* Quotes delayed
MEDIA COVERAGE
Kompas
Detikcom
Liputan6
Tempo
OkeZone
KabarBisnis
TeknoJurnal
GoodNewsFromIndonesia
WartaKotaLive
TDWClub
IndonesiaKreatif
DailySocial
TheJakartaPost
BisnisIndonesia
Bloomberg
Reuters
CrackBerry
Yahoo
CBSMoneyWatch
MarketWatch
AFP
AboutDotCom
CentroOne
DreamersRadio