Empat Pasangan Mesum Digerebek

JPNN
JPNN - Wed, 03 Jul 2013 11:48
Empat Pasangan Mesum Digerebek
CURUP - Menjelang bulan suci Ramadhan 1434 Hijriyah, Selasa (2/7) siang, jajaran Polres RL menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di 5 lokasi yang diduga kerap dijadikan sebagai ajang praktik postitusi. Hasilnya, petugas mengamankan 4 wanita yang diduga sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Selain itu, 7 lelaki diduga hidung belang di lokasi cucian mobil obyek wisata Suban Air Panas Kecamatan Curup Timur.

Data terhimpun, 2 dari 4 wanita yang terjaring masih berstatus pelajar. Dari 5 lokasi target razia, hanya satu lokasi yang ditemukan sejumlah pasangan mesum sedang berhubungan layaknya suami istri.

Dalam operasi kemarin, juga diamankan 3 pasangan sedang berhubungan badan layaknya suami istri. Sementara, 4 lokasi lainnya petugas hanya menemukan sejumlah kondom yang disinyalir di perjualbelikan saat PSK menjalankan paraktik prstitusinya.

Kapolres RL, AKBP. Edi Suroso, SH melalui Kasat Reskrim, AKP. Margopo, SH mengatakan, razia ini sengaja dilakukan untuk menekan angka pertumbuhan prostitusi yang ada di RL. Khususnya menjelang Ramadhan 1434 H.

"Barang bukti yang ikut kami gelandang ke Mapolres RL yaitu, 10 unit HP berbagai merk, 6 pack kondom, serta uang tunai Rp 200 ribu yang merupakan uang hasil transaksi seks. Pemilik Rumah yang dijadikan sebagai lokasi Portitusi juga kami amankan," tegas Margopo.

Empat wanita yang diamankan petugas yakni EI (26), warga Desa Bukit Daun Kecamatan Bermani Ulu, RS (27), warga Desa Ujan Mas kabupaten Kepahiang, YN (20), warga Desa Sawah Baru Kecamatan Curup Utara dan NK (16), warga Tempel Rejo Kecamatan Curup Selatan.

Sementara pria hidung belang yang diamankan rinaiannya PJ (45) warga Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang, HM (40) warga Desa Keban jati Kabupaten Pasma Air Keruh, SB (49) warga Keban Jati Pasma Air Keruh, AD (50) warga Muara Sindang Kabupaten Pasma Air Keruh, RD (43) warga Keluarahan Air Bang Curup Tengah dan IW (35) warga Padang Lekat Kabupaten Kepahiang. Ironisnya, sebagian besar dari pria yang diduga hidung belang ini berprofesi sebagai petani.

"Mereka akan didata yang selanjutnya akan mengisi surat pernyataan untuk tidak kembali mengulangi perbuatan tersebut," tegas margopo.

Sebelumnya, Selasa dini hari, Satuan Polisi Pamong Praja RL juga menggelar razia yustisi. Hanya saja, razia yang dipusatkan di sejumlah lokasi hiburan malam tersebut tidak menghasilkan apa-apa.

"Kami hanya menemukan 3 orang anak yang diduga sedang ngelem aibon di lokasi bangunan Pasar Bang Mego. Mereka kami serahkan kembali kepada orang tuanya sesaat setelah razia dilaksanakan," kata Kepala Sat Pol PP RL, Drs. Rector Vande Armada.(cuy)