Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Berkualitas Rendah

JPNN
JPNN - Mon, 08 Jul 2013 17:00
Instruktur Nasional Kurikulum 2013 Berkualitas Rendah
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengalami dilema dalam persiapan penerapan kurikulum 2013 pada 15 Juli nanti.

Pasalnya, kualitas instruktur nasional yang dimiliki rata-rata berkemampuan rendah. Bahkan 23 persen instruktur tidak dipakai mengajar guru inti karena poin hasil tes akhirnya kurang dari 60.

Hal itu diketahui dari paparan Mendikbud Mohammad Nuh tentang hasil tes awal dan tes akhir mengenai tingkat pengetahuan 544 peserta instruktur nasional tentang kurikulum 2013. Diketahui rerata hasil tes awal para instruktur nasional hanya 53 poin, dan 63,92 poin saat tes akhir.

Artinya setelah pelatihan pemahaman instruktur nasional tentang kurikulum 2013 hanya naik 10,92 persen. Bahkan M Nuh menyebut ada sekitar 23 persen dari 544 orang instruktur nasional ternyata tidak memenuhi syarat untuk melatih guru inti.

"Sebanyak 23 persen peserta yang tidak memenuhi persyaratan, kurang memenuhi. Tidak diberi kesempatan tatap muka," kata Mohammad Nuh di gedung Kemdikbud, Jakarta, Senin (8/7).

Rendahnya kualitas para instruktur nasional itu dianggap wajar oleh Mendikbud karena mereka memang belum mengetahui bagaimana kurikulum 2013. Namun setelah dilatih, Nuh mengklaim bahwa mereka punya kemampuan yang cukup untuk melatih guru inti.

"Wajar kalau memang belum tahu, karena nampak nilainya tidak bagus. Tapi setelah ditraining, lumayanlah. Insyaallah pada saat melatih guru inti, sudah punya modal mengajar," kata menteri asal Jawa Timur itu.

Dalam pelaksanaan kurikulum, skema pelatihan guru dimulai dengan penyegaran narasumber nasional, termasuk di dalamnya Wapres Bodiono dan jajaran Menteri berlangsung 26-28 Juni 2013 lalu. Kemudian narsum nasional melatih instruktur nasional 29 Juni - 3 Juli 2013.

Nah, para instruktur nasional melatih sebanyak 4,800 guru inti yang sedang berlangsung pada 4-8 Juli 2013 di 6 wilayah. Berikutnya para guru inti melatih sekitar 57,000 guru sasaran dan kepala sekolah/pengawas pada 9-14 Juli besok.

Selanjutnya pada 15 Juli nanti, kurikulum 2013 berbasis tematik integratif langsung diterapkan dalam proses belajar siswa tahun ajaran 2013/2014 di sejumlah sekolah yang sudah ditetapkan Kemdikbud.(Fat/jpnn)