Penegak Hukum Diminta Berhenti Pertontonkan Diskriminasi

Republika Online
Republika Online - Sun, 04 Jun 2017 14:52
Dilihat: 593
0
Thumbs Up
Thumbs Down
Penegak Hukum Diminta Berhenti Pertontonkan Diskriminasi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, Muhammad Syafii berpendapat, telah terjadi penyimpangan mendasar pada penegakan hukum di negeri ini. Maka dari itu, pria yang akrab disapa Romo itu mengingatkan aparat penegak hukum untuk kembali ke jalan yang benar dan menjadi pelindung bagi bangsa dan negara.

"Kita ingatkan aparat penegak hukum kembalilah ke jalan yang benar. Lindungilah bangsa dan negara ini. Jangan hanya untuk kepentingan kelompok tertentu, untuk keuntungan sesaat, rakyat dan bangsa ini dikorbankan," kata Romo saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (4/6).

Romo melanjutkan, Indonesia bisa menjadi bangsa yang kokoh jika rakyatnya bersatu. Maka dari itu, Romo mengingatkan aparat penegak hukum tidak membuat rakyat bercerai-berai dengan secara terang-terangan mempertontonkan diskriminasi hukum.

"Jangan dibuat rakyat ini bercerai-berai dengan cara telanjang mempertontonkan diskriminasi hukum dan ketidakadilan. Nanti bisa mendorong terjadinya benturan horizontal sesama anak bangsa. Kita yakin ini sama-sama tidak diinginkan," kata Romo.

Romo menambahkan, keamanan dan ketertiban menjadi syarat mutlak untuk pembangunan. Artinya, keamanan dan ketertiban tersebut juga menjadi syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa di bidang apapun. "Maka kalau kemudian aparat penegak hukum terus mempertontontkan tebang pilih, diskriminasi yang terang-terangan, ini pasti akan mencederai rasa keadilan dan ini bisa menjadi ekses terganggunya keamanan dan ketertiban," kata Romo.

Berita Terkait



Olahraga Panahan Jadi Pilihan Ngabuburit Warga Tasikmalaya









Yuk, Berbuka dengan yang Sehat









Puasa Sebagai Penawar Hawa Nafsu





Berita Lainnya



Pesan-Pesan Lucu dalam Karangan Bunga untuk Ahok











Potensi Korupsi di Lingkungan Polri Tinggi, Ini Alasan Kapolri
Saham & Valas
Update: 22/07/2018 02:02
Sumber: Yahoo
* Harga tertunda
CAKUPAN MEDIA
Kompas
Detikcom
Liputan6
Tempo
OkeZone
KabarBisnis
TeknoJurnal
GoodNewsFromIndonesia
WartaKotaLive
TDWClub
IndonesiaKreatif
DailySocial
TheJakartaPost
BisnisIndonesia
Bloomberg
Reuters
CrackBerry
Yahoo
CBSMoneyWatch
MarketWatch
AFP
AboutDotCom
CentroOne
DreamersRadio