Sebut Gita Wirjawan Terlibat Kartel Bawang Putih, Kemendag Somasi KPPU

Citra Indonesia
Citra Indonesia - Sat, 27 Jul 2013 04:21
Dilihat: 605
0
Thumbs Up
Thumbs Down
Sebut Gita Wirjawan Terlibat Kartel Bawang Putih, Kemendag Somasi KPPU
Tampak Mendag GW dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo memegang bawang putih menghebohkan itu.

JAKARTA, CITRAINDONESIA.COM- Merasa nama baik Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan (GW) dicemarkan oleh investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kementerian Perdagangan (Kemendag) langsung melayangkan somasi, Jumat (26/7/2013).

Somasi ini buntut dari stetmen investigator penuntut KPPU bernama Muhammad Nur Rofik kepada media nasional menyebutkan GW terlibat kartel perdagangan bawang putih dalam program importasi periode bulan Januari-Maret 2013 lalu.

"Tadi siang sudah dikirimkan surat somasinya. Investigator KPPU (Muhammad Nur Rofik) menyebut nama saya secara pibadi terlibat kartel bawang putih. Kasus ini kan belum diputuskan terbukti. Tapi sudah menyebutkan nama saya sebagai pribadi. Harusnya kan Kementerian Perdagangan (institusi)," tegas GW saat bukan puasa bersama dengan para wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Acara buka puasa ini juga dihadiri ustad Yusuf Mansur yang memberikan tausiah serta para pejabat teras Kementerian Perdagangan.

Ditanya apakah penyebutan nama itu dinilai sebagai pencemaran nama baik? GW menjawab "Ya. Saya dengar berita ini semalam (Kamis malam)," tambahnya.

GW yang sejak kemarin menyatakan siap maju pada konpensi Calon Presiden (Capres) dari Partai Demokrat ini tampak sangat tersinggung dengan penyebutan nama pribadinya oleh investigator KPPU itu.

"Kok berani-beraninya (dia)! (Pimpinan KPPU) memperbolehkan salah satu (seorang) investigatornya melontarkan hal-hal yang belum diputus oleh majelis ketua. Dan kami akan sangat siap memberi argumentasi atas tudingan apa pun," pungkasnya.

Menurutnya, tudingan investigator KPPU itu berlebihan. "Kalau kartel itu kan adanya suatu kelompok yang membuat harga naik. Nah yang ada, harga bawang putih turun di pasaran turun. Makanya kita harus berikan bukti-bukti. Dan bukti- bukti kita sangat bisa dipertanggungjawabkan. Bahwa kita tidak melakukan pelanggaran," paparya.

Pernyataan serupa sebelumnya dikatakan Wamendag Bayu Krisnamurthi. "Pak Gita (Mendag Gita Wirjawan) selama ini mengatakan kepada kita (pejabat Kemendag) agar selalu menghormati institusi. Proses yang dilakukan KPPU juga kita hormati. Seharusnya tidak bocor ke media. Proses penyelidikan masih dikomisionernya. Tetapi sudah dibocorkan ke media," ujarnya menyayangkan Jumat siang (26/7/2013).

Memang seperti diberitakan media nasional, kasus kartel ini, KPPU memeriksa 19 importir terdaftar (IT) Kementerian Perdagangan. Sebanyak 14 IT itu divonis terlibat kartel.

Yakni: CV Bintang, PT Lintas Buana Unggul, dan PT Tunas Utama Sari Perkasa, CV Mahkota Baru, CV Dakai Impex, PT Dwi Tunggal Buana, CV Karya Pratama, CV Mekar Jaya, PT Dika Daya Tama, T Sumber Alam Jaya Perkasa, PT Tritunggal Sukses, PT Tunas Sumber Rejeki, PT Mulya Agung Dirgantara, CV Mulya Agro Lestari.

Maka itu KPPU menuding GW terlibat kartel bawang putih. Keterlibatan GW versi Muhammad Nur Rofik, tidak langsung.

Tetapi melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Bachrul Chairi, mengeluarkan izin perpanjangan Surat Persetujuan Impor (SPI) dalam Peraturan Menteri Perdagangan No: 30/M/Mendag/PER/V/2012, kepada 14 IT untuk importasi bawang putih Januari-Maret 2013 tersebut.

Kebijakan itu dinilai merugikan importir lain yang akan melakukan importasi komoditi sama. "Artinya, GW otomatis menyetujuinya," ujar Nur Rofik, saat itu.

Memang. Seperti diketahui waktu itu, tingginya harga bawang putih membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, marah.

"Para Menteri jangan saling menyalahkan. Dan jangan tidur," pungkasnya ketika Rapat Kabinet di Istana Negara baru- baru ini.

Dalam kasus ini, pihak Kementerian Pertanian juga sudah diperiksa KPPU dalam kasus yang sama.

Terkait somasi GW ini, pihak KPPU secara institusional belum merilis keterangan atau jawabannya. (olo/friz)
Saham & Valas
Update: 31/10/2014 15:22
Sumber: Yahoo
* Harga tertunda
CAKUPAN MEDIA
Kompas
Detikcom
Liputan6
Tempo
OkeZone
KabarBisnis
TeknoJurnal
GoodNewsFromIndonesia
WartaKotaLive
TDWClub
IndonesiaKreatif
DailySocial
TheJakartaPost
BisnisIndonesia
Bloomberg
Reuters
CrackBerry
Yahoo
CBSMoneyWatch
MarketWatch
AFP
AboutDotCom
CentroOne
DreamersRadio