Pembunuhan Francisca Yovie, Gubernur Jabar: Mengerikan

Citra Indonesia
Citra Indonesia - Wed, 14 Aug 2013 09:58
BANDUNG, CITRAINDONESIA.COM- Mengerikan. Itulah ungkapan pertama yang meluncur dari bibir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat ditanya wartawan tanggapannya mengenai kematian branch manager PT Venera Multi Finance, Fransisca Yovie.

"Mengerikan. Kok ada kejadian seperti itu. Karena hadir pada dunia modern dan beradab seperti ini," kata Ahmad Heryawan di Gedung Sate Bandung.

Atas kasus pembunuhan keji itu, sang Gubernur mengaku heran. Dan bahkan tidak habis piker bila di era modern seperti ini masih ada oknum berprilaku biadab dan tak berprimenasiaan seperti itu.

"Nggak kebayang orang bisa melakukan hal seperti itu. Hal kecil bisa menjadi sadis gitu. Ngeri sekali. Saya nggak membayangkannya," tambahnya Heryawan bernada prihatin.

Memang ada dua tarsangka yang diduga sebagai pelaku sudah mendekam di sel Polresta Bandung. Mereka adalah Ade dan Wawan. Mereka akan dikenakan Pasal 365 ayat 4 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 338 KUH Pidana tentang penganiayaan sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia.

"Keduanya dikenakan Pasal 365 ayat 4 KUH Pidana tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 338 KUH Pidana tentang penganiayaan sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia," kata Kapolresta Sutarno di Bandung, Selasa.

Maka atas pengenaan pasal berat tersebut, Heryawan mengatakan dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib."Kita serahkan kepada pihak yang berwenang seperti kepolisian dan kejaksaan," jelasnya.

Seperti diketahui Francisca Yovie dari kostnya diseret oknum hingga 500 meter dan dibunuh secara keji di bulan suci Ramadhan 1434 H. Tepatnya Senin (5/8/2013) di Jalan Setra Indah Utara 11, Kota Bandung. Peristiwa ini menggegerkan Kota Bandung dan sekitarnya.

Begitu mendengar laporan, aparat mobil patrol Polsek Sukajadi daltang kelokasi itu. Dan menemukan Francisca Yovie dalam keadaan mengenaskan.

Lantas petugas itu melarikan ke Rumah Sakit Umum Hasan Sadikin Bandung untuk diobati. Namun nyawanya tidak tertolong karena terlalu banyak mengeluarkan darah segar. (dadang)