Berburu Sate Cumi-Cumi dan Gurita yang Kekinian di Solo

Thu, 21 Mar 2019 10:00
523
Berburu Sate Cumi-Cumi dan Gurita yang Kekinian di Solo

Suka dengan sea food? Akhir-akhir ini di Solo banyak dijumpai kuliner yang menawarkan menu-menu laut, terutama cumi-cumi dan gurita. Jajanan tersebut biasanya bisa dijumpai saat ada event tertentu yang melibatkan kuliner di mal maupun di luar mal.

 

Pada Jumat 15 Maret 2019, Solopos.com menemui salah satu penjual menu cumi-cumi bakar di sebuah event di Pondok Assalaam, Kartasura, Sukoharjo. Dari beberapa lapak kuliner yang digelar, ada satu yang khusus menjual satai cumi-cumi, yaitu di lapak Boomber Street Food.

 

Aroma khas binatang laut yang dipanggang di atas pelat besi tersebut mulai tercium saat Solopos.com mendekat ke jajaran lapak tersebut. Pemilik Boomber Street Food, Sri Martono, sibuk membolak-balikkan baberapa tusuk satai cumi-cumi di atas panggangan.

 

Warna cumi-cumi yang dipanggang mulai berubah menjadi kecokelatan. Martono beberapa kali mengoles satai dengan bumbu racikanya, dan kembali membakar cumi-cumi itu hingga matang.

 

Solopos.com tidak sabar untuk mencicipi satai cumi-cumi tersebut. Satai cumi-cumi Martono memiliki tampilan yang menarik. Satu tusuk terdiri dari cumi-cumi yang sudah dipotong-potong. Untuk bagian badannya, Martono mengombinasikannya dengan bakso. Jadi selain ada rasa cumi-cumi yang segar dan gurih, ada bakso juga yang cukup membuat kenyang.

 

Saat itu Solopos.com memesan satai dengan rasa pedas. Tapi selain itu ada juga rasa manis, tinggal pilih sesuai selera. Martono biasa menjual satainya dengan harga antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per tusuk.

 

Kepada Solopos.com, Martono mengaku belum menjual satai cumi-cuminya secara harian. Dia memilih menjualnya setiap ada event khusus. Meski begitu dia mengatakan dalam sebulan pasti ada event yang diikutinya untuk menjual produknya.

 

"Dalam waktu dekat nanti ada Mangkunegaran Jazz [akhir Maret]," kata dia. Alasan menjual produk dari event ke event adalah untuk menyiasati ketersediaan bahan baku. Sebab jika dijual harian, terkadang bahan baku juga tidak pasti ada.

 

Menu satai cumi-cumi ini menurutnya, mulai banyak dikenal saat makanan Thailand booming di Indonesia. Permintaan pasar pun dinilainya cukup bagus. Setiap hari dalam satu event besar, dia bisa menjual hingga 200 tusuk. Selain di event-event tertentu, lapaknya juga bisa ditemui di area Car Free Day (CFD) Solo di sekitar Plasa Sriwedari.

 

Masih berangkat dari perkembangan jajanan Thailand, ada juga Phi-Phi Thai Street Food yang menjual olahan cumi-cumi dan gurita. Ada menu squid mozearella & potatoes dan octopus mozarella & potatoes.

 

Ari Bianingsih, selaku pemilik Phi-Phi Thai Street Food, juga masih memilih untuk menjual produknya dari event ke event. Untuk produk cumi-cumi maupun gurita dijual dengan harga sekitar Rp35.000. Meski dia mengatakan menu yang dijual bukan hanya menu cumi-cumi dan gurita.

 

"Untuk gurita, kami gunakan gurita yang sudah matang, sehingga saat dibakar tidak perlu khawatir tidak matang," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

 

Pada 10 Januari lalu, Solopos.com juga menemui tenant Phi-Phi Thai Street di event Festival Sate yang digelar di Hartono Mall, Solobaru. Meski hanya dibakar, bau amis tidak begitu menyengat. Tekatur dagingnya juga lembut.

 

Sumber: Okezone

Sate cumi-cumi di lapak Boomber Street Food Foto Solopos

Last Update

Latest Review

Review of Bari - Uma Ramen

Posted by Reski .
on 23 Jan 2019
hy
hh...