Bir Ganja Pertama di Dunia Resmi Dijual, Benarkah Bisa Seimbangkan Tekanan Darah?

Tue, 12 Feb 2019 10:00
584
Bir Ganja Pertama di Dunia Resmi Dijual, Benarkah Bisa Seimbangkan Tekanan Darah?

Olahan bir infused ganja pertama di dunia resmi dijual di pasaran. Nevada dan California menjadi dua negara bagian yang mulai memasok minuman non alkohol tersebut. Minuman tersebut merupakan hasil produksi perusahaan yang bergerak di bidang minuman yakni, Cannabiniers.

 

Berdasarkan pengakuan mereka, olahan bir diproses dari hasil infused ganja yang dicampur dengan CBD Spectrum. Two Roots Brewing rencananya akan tersedia di sejumlah apotek terpilih di beberapa negara bagian seperti San Diego, Los Angeles, dan San Francisco.

 

Setidaknya ada lima varian rasa yang bisa dicicipi para konsumen, mulai dari Enough Said Lager, RCG Stout, Road Scholar IPA, “Sonder” Blonde Ale, dan Tropical Infamy Wheat Beer. Peluncuran bir ganja ini diklaim sebagai salah satu cara untuk mempromosikan produk-produk yang diresapi ganja, sekaligus memudahkan para konsumen untuk mendapatkanya.

 

Sejumlah pihak berasumsi bahwa minuman ini digadang-gadang dapat menjadi alternatif terbaru bagi mereka yang ingin berhenti merokok ganja, atau mengonsumsi brownies ganja yang efeknya hanya mampu bertahan dalam kurun waktu kurang dari 10 detik.

 

Tidak perlu khawatir, Cannabiniers menegaskan bahwa Two Roots Brewing tidak akan menimbulkan efek negatif alkohol yang sering ditemukan pada olahahan bir biasa. Dosisnya cenderung lebih kecil (mikro), sehingga kandungan zatnya lebih cepat dikeluarkan oleh tubuh.

 

Sebaliknya, minuman tersebut justru mengandung elektrolit yang membantu agar tetap terhidrasi, mengatur fungsi saraf dan otot, menyeimbangkan keasaman dan tekanan darah, serta membangun kembali jaringan yang rusak.

 

“Kami telah melihat respons positif konsumen setelah peluncuran pertama Two Roots Brewing di Nevada,” kata presiden dan chief operating officer Cannabiniers, Timothy Walters.

 

“Semakin banyak negara melegalkan ganja sebagai tujuan ‘rekreasi’, pengguna akan terus mencari cara baru yang lebih raman untuk dikonsumsi. Perusahaan pun akan semakin berupaya beradaptasi dengan gelombang perilaku konsumsi baru ini. Kami sangat senang mengenalkan Two Roots kepada seluruh penduduk di California. Kami menawarkan cara yang lebih menyenangkan dan terintegrasi secara sosial untuk mengonsumsi ganja,” timpalnya.

 

Seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir penggunaan ganja menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terlebih setelah beberapa negara melegalkan penggunaan ganja. Tahun lalu, industri ganja legal berhasil meraup keuntungan lebih dari Rp139 miliar. Demikian dilansir Okezone dari The Daily Meal, Jumat (8/2/2019).

 

Sumber: Okezone

Ilustrasi (Foto Foxnews)

Last Update

Latest Review

Review of Bari - Uma Ramen

Posted by Reski .
on 23 Jan 2019
hy
hh...