Viral Selebgram Dukung Penganiaya Perawat RS Siloam

Okezone
 Okezone - Sun, 18 Apr 2021 02:41
 Dilihat: 4
Viral Selebgram Dukung Penganiaya Perawat RS Siloam

JAKARTA - Viral di media sosial seorang perempuan selebgram yang dikenal dengan akun Ratu Entok, mengeluarkan statement yang kontroversial terkait aksi penganiayaan perawat RS Siloam Palembang.

"Lepas dari salah atau enggak salahnya si perawat, mungkin ini pukulan Rumah Sakit, pukulan besar untuk semua perawat-perawat di muka bumi Indonesia ini," ungkap Ratu Entok lewat video yang tengah viral di media sosial, Minggu (18/4/2021).

Bahkan, dia mengeluarkan pernyataan agar tidak pandang bulu karena sudah disumpah menjadi perawat. "Ini, supaya kalian sadar kalian sudah disumpah. Makanya jangan pilih-pilih bulu, ya kan."

Ratu Entok pun mengungkapkan dukungannya kepada pelaku penganiayaan perawat di RS Siloam Sriwijaya, Palembang. "Ini seolah-olah, ya enggak tau lah ya, bapak itu saking sayangnya kepada anak itu kan. Namanya kita lagi kondisi sakit, infus putus, ya mungkin Bapak itu silap, kalap," tuturnya.

"Tapi ini pukulan besar untuk semua perawat-perawat ya, karena selama ini kalian banyak yang sombong," katanya.

Ratu Entok juga mengkritik pelayanan kepada pasien yang menggunakan BPJS, surat miskin, ataupun KIS.

"Apalagi kalau merawat dari orang-orang miskin, dari BPJS, dari pakai surat miskin, dari pakai surat KIS. Hah, muka perawat kayak tong sampah. Malam hari tidur ngorok chat-an sama jantannya, teleponan sama jantannya. Kita merawat sendiri anak kita, keluarga kita dalam ruangan, capek deh, iya kan," kata dia.

"Apalagi kalau kita pakai BPJS, teriak dari keluarga miskin. Udah lah ya, perawat-perawat ini sadar, kalian sadar, supaya kalian jangan pernah sepele sama pasien, mampus," imbuhnya.

Baca Juga : Emosi Dengar Infus Anak Dilepas, Motif Pelaku Aniaya Perawat RS Siloam

Diberitakan sebelumnya, motif penganiayaan dilakuakan HJT (38) lantaran emosi dan kesal karena anaknya menangis saat akan keluar dari rumah sakit. Penganiayaan terhadap Kristina Ramauli (28) itu dilakuakan usai sang perawat melepas infus anak pelaku, yang terjadi pada Kamis 15 April 2021, sekira pukul 16.50 WIB.

Saat press release di Polrestabes Palembang, JT mengatakan saat itu ia mendengar anaknya menangis saat akan pulang dari RS Siloam sehingga ia emosi dan langsung berangkat ke Palembang dari Kayu Agung.

Sumber: Okezone